Sabtu, 15 September 2018


Peran Dan Fungsi PR

Peran PR adalah sebagai Berikut :
1.      Expert Pescriber
Expert prescriber merupakan seorang yang ahli melakukan penelitian dan merumuskan masalah-masalah organisasi yang berkaitan dengan bidang komunikasi serta gangguan komunikasi dalam pencapaian tujuan organisasi, mencari upaya solusi permasalahan melalui program-program yang bermanfaat, dan bertanggung  jawab atas pelaksanaan program.

Sedangkan sebagai problem solver menekankan fungsi public relations dalam menjalan tugasnya untuk memecahkan persoalan komunikasi yang ada. Public Relations dapat menjadi bagian dari team perencanaan strategis. Ia bekerjasama dan anggota team lainnya untuk memberikan solusi permasalahan yang ada, mulai dari identifikasi permasalahan, perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi program pemecahan masalah.

Sebenarnya dalam pandangan profesionalisme, peran sebagai expert prescriber dan problem solver ini tidak hanya terbatas kepada aspek permasalahan komunikasi dalam perusahaan semata, tetapi juga sampai kepada aspek strategis dan pengelolaan operasional perusahaan. Hal ini hendaknya tidak dipandang sebagai intervensi kepada unit atau satuan kerja lainnya, tetapi hendaknya dipandang sebagai upaya pencegahan terjadinya permasalahan komunikasi.

Misalkan dalam merancang sebuah produk, maka public relations dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi strategis mengenai sebuah produk. Informasi dari awal perencanaan dan pengembangan produk atau kegiatan bisnis apapun dalam perusahaan karenanya wajib di ketahui atau di berikan kepada public relations untuk dapat memantau risiko reputasi yang dapat menimpa sebuah produk atau yang dapat mempengaruhi reputasi perusahaan secara keseluruhan.

Karenanya seorang public relations selain harus terus meningkatkan kompetensi teknis dalam komunikasi, juga harus meningkatkan kompetensi manajerial dan terus meningkatkan pengetahuan mengenai aspek-aspek lainnya yang berkaitan mengenai perusahaan. Tidak harus menguasai secara penuh, tetapi setidaknya mampu menguasai banyak aspek secara mendasar. Selain itu tentunya seorang public relations harus senantiasa mengupdate informasi terkini mengenai perusahaan.

2.      Communication Technician
Communications Technician (Teknisi Komunikasi) Public Relations disini hanya bertugas untuk menciptakan komunikasi dan melaksanakan program kehumasan. Pihak manajemen tidak menjabarkan masalah dan pemecahnya kepada Public Relations. Keefektifitasan komunikasi dan program tergantung definisi masalah, keputusan strategis, dan kemampuan untuk mengkomunikasikannya. Adapun indikator-indikator peran ini adalah sebagai berikut:
a. Menulis materi-materi Public Relations
b. Mengedit / menulis kembali untuk pengecekan tata bahasa
c. Menangani aspek-aspek teknis
d. Memproduksi brosur dan pamflet
e. Melakukan aktivitas fotografi dan desain grafis
f. Memelihara kontak dengan media dan mengirim press release

3.      Communication Facilitator
Communications Fasilitator (Fasilitator Komunikasi) Pada peran ini Public Relations menjadi pendengar yang sensitif dan sebagai perantara informasi. Fasilitator komunikasi berfungsi sebagai penghubung, penerjemah dan penengah antara organisasi dan publiknya. Mereka memelihara komunikasi 2 arah dan memfasilitasi pertukaran dengan menghilangkan penghalang di dalam hubungan dan menjaga saluran komunikasi tetap terbuka. Tujuannya adalah menyediakan informasi, baik untuk manajemen organisasi dan publik yang diperlukan untuk membuat keputusan yang menguntungkan kedua belah pihak. Public Relations disini bertindak sebagai sumber informasi dan sebagai saluran komunikasi antara organisasi dengan publiknya. Adapun indikator dari peran ini adalah:
a. menjaga agar pihak manajemen selalu mendapat informasi terbaru
b. melapor setiap hasil survei opini publik
c. menciptakan peluang agar pihak manajemen selalu mendengar pandangan
pandangannya.
d. menjaga agar setiap orang dalam organisasinya tersebut memperoleh informasi
dan mewakili  organisasi dalam setiap pertemuan dan acara-acara

4.      Problem Solving
Problem Solving Fasilitator Public Relations menjadi bagian dari tim perencanaan strategis dan bekerja sama dengan pihak manajemen untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Public Relations membantu pihak manajemen dan organisasi menggunakan proses yang sudah pernah digunakan untuk memecahkan masalah-masalah terdahulu. Pihak manajer sangat berperan dan berpengaruh karena merekalah yang mempunyai pengetahuan dan berhubungan akrab dengan kebijakan, prosedur, dan tindakan organisasi. Selain itu, pihak manajer juga mempunyai kekuasaan untuk membuat perubahan yang diperlukan. Adapun indikator-indikator dari peran ini adalah:
a. memenuhi kebutuhan akan perencanaan Public Relations yang sistematis.
b. bekerja sama dengan pihak manajemen dalam meningkatkan ketrampilan
c. meningkatkan partisipasi manajemen
d. menjaga agar pihak manajemen selalu terlibat secara aktif
e. membuat beberapa alternatif untuk keperluan memecahkan masalah

Fungsi PR adalah sebagai berikut :
A.     Fungsi manajemen

Fungsi tersebut adalah dimana seorang PR bertanggung jawab atas semua sistem yang ada di dalam organisasi. Seperti kekhasan organisasi yang dapat menjadikan identitas organisasi baik dari logo, warna organisasi, budaya organisasi, bahkan suasana kerja di dalam organisasi. Jika semua itu terlaksana maka dapat dikatakan bahwa organisasi tersebut mendapat image  yang baik di mata publik. (Communication Facilitator, Expert Prescriber, Problem Solving Proces Facilitator)

B.      Fungsi Opini Publik

Fungsi opini publik adalah fungsi dimana PR mengemukakan pendapat yang tepat dan berguna bagi masyarakat luas. Selain itu respon atau penerimaan pesan yang disampaikan PR hendaknya dapat diterima baik oleh masyarakat yang mengandung informasi penting atau yang mereka butuhkan. (Communication Facilitator dan  Communication Technician)

C.      Fungsi Relasi

Fungsi relasi adalah fungsi yang dilakukan PR untuk menjalin kerja sama dengan para stakeholder, dan juga menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Semua itu dilakukan untuk mendapat timbal balik atau respon positif dari pihak eksternal, karena sangat berguna untuk menjaga citra dan reputasi organisasi. (Expert Prescriber, Problem Solving Proces Facilitator, Communication Facilitator, Communication Technician)

D.     Fungsi Komunikasi

Fungsi komunikasi adalah fungsi yang dilakukan PR dengan berkomunikasi yang baik dengan pihak eksternal karena komunikasi merupakan hal penting yang dilakukan PR sebagai jembatan baik dengan pihak eksternal internal maupun untuk pendukung agar mendapat kepercayaan. Organisasi akan dipandang goodwill  jika semua itu dilakukan, karena komunikasi merupakan sarana dimana kita mendapat segala informasi atau sesuatu yang terkait dengan organisasi. (Communication Facilitator, Expert Prescriber, Problem Solving Proces Facilitator, Communication Technician)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar